10 PESEPAKBOLA BERSTATUS BEBAS TRANSFER DALAM SEJARAH SEPAKBOLA

Dulu, para pesepakbola tidak dapat bergabung dengan klub lain jikalau kontrak mereka belum berakhir. Akibatnya, beberapa pemain kehilangan kesempatan besar untuk bergabung dengan klub yang lebih baik dan beberapa pemain kehilangan kontrak yang menguntungkan sehingga mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain pasrah. Namun, hal ini akan berubah jika salah satu pemain tersebut sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik di suatu klub.

Pada tanggal 15 Desember 1995, Pengadilan Eropa memutuskan bahwa sistem transfer menempatkan batasan pada kebebasan bergerak bagi pekerja dan pemain Uni Eropa sehingga mereka diijinkan untuk bergabung ke klub lain di akhir kontrak mereka tanpa dikenakan biaya transfer, asalkan mantan klub dan klub masa depan tersebut masih berada dalam Asosiasi Uni Eropa.

Selanjutnya, para pemain dapat menyepakati pra-kontrak dengan klub lain dalam status bebas transfer asalkan kontrak mereka dengan klub sebelumnya menyisakan waktu 6 bulan. Keputusan ini juga menghapus kuota yang membatasi jumlah pemain Uni Eropa pada masing-masing tim.

Meskipun keputusan ini menguntungkan pemain, namun disisi lain, keputusan tersebut sangat merugikan klub yang terkadang harus memaksa mereka berpisah dengan pemain terbaiknya tanpa menghasilkan keuntungan apa-apa. Beberapa pemain telah mengambil keuntungan dari keputusan tersebut seperti mengambil cuti yang panjang atau memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya karena ingin bergabung dengan klub yang baru. Berikut ini adalah 10 pesepakbola berstatus bebas transfer dalam sejarah sepakbola, diantaranya adalah :

1. Andrea Pirlo – AC Milan ke Juventus

Pada tahun 2011, AC Milan memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Andrea Pirlo sehingga memungkinkan Juventus untuk merekrutnya dengan status bebas transfer. AC Milan yang baru saja memenangkan gelar Serie A menganggap Pirlo tampil kurang maksimal.

Saat Pirlo pindah ke Juventus, ia membantu si Nyonya Tua memenangkan 4 gelar Serie A berturut-turut dan peforma AC Milan justru menurun. Di Juventus, Pirlo dipercayakan sebagai spesialis tendangan bebas dan salah satu gelandang terbaik di dunia sebelum dirinya pindah ke klub MLS, New York FC.

2. Robert Lewandowski – Borussia Dortmund ke Bayern Munchen

Selama 4 tahun membela Borussia Dortmund, Lewandowski membuktikan dirinya dapat menjadi salah satu striker terbaik di Eropa dan keberangkatannya ke Bayern Munchen adalah sebuah pil pahit yang harus ditelan Dortmund. Ia pindah ke Munchen pada tahun 2014 dan memenangkan Bundesliga, sementara Dortmund harus bersusah payah mendapatkan gelar selama beberapa musim. Musim 2015/16, ia membuktikan jikalau dirinya adalah striker terbaik dengan melesakkan 5 gol dalam pertandingan melawan Wolfburg. Lewandowski adalah aset berharga Munchen saat ini.

3. Cafu – AS Roma ke AC Milan

Cafu sebelumnya telah menandatangani perjanjian pra-kontrak untuk pindah ke klub sepakbola Jepang, Yokohama Marinos setelah masa kontraknya dengan AS Roma berakhir pada tahun 2003, namun tak lama ia pun berubah pikiran. AC Milan yang mendengar kabar ini langsung menggaetnya.

Saat berseragam AC Milan, mantan kapten Brazil ini terus menunjukkan reputasinya sebagai salah satu bek terbaik di dunia dengan membantu klubnya memenangkan gelar Serie A, Liga Champions dan Piala Dunia Antar Klub sebelum pensiun pada tahun 2008.

4. Esteban Cambiasso – Real Madrid ke Inter Milan ke Leicester City

Inter Milan memenuhi permintaan Real Madrid untuk merekrut Cambiasso pada tahun 2004. Selama berseragam Inter Milan, Cambiasso menyumbangkan 5 gelar Serie A, 4 gelar Coppa Italia dan Liga Champions. Ia juga memainkan peran kunci dalam kemenangan Liga Champions 2010, dimana Inter Milan menjadi salah satu dari beberapa klub yang berhasil memenangkan gelar treble dalam satu musim.

Leicester City baru saja dipromosikan ke Liga Premier lalu ia pun bergabung dengan mereka setelah dilepas Inter pada tahun 2014. Pertunjukkan mengesankannya membatu Leicester lolos dari zona degradasi dan membuat pihak klub menawarinya kontrak baru, namun ia menolaknya. Akhirnya Cambiasso bergabung Olympiakos pada tahun 2015 dengan status bebas transfer.

5. Sol Campbell – Tottenham Hostpur ke Arsenal

Pada tahun 2001, Campbell membuat sebuah langkah kontroversial. Ia memutuskan untuk pindah ke Arsenal setelah membela Tottenham Hostpur, klub yang telah membesarkan namanya. Atas langkah tersebut, ia dicap sebagai ‘Judas’ oleh fans Spurs namun Campbell tidak menyesali keputusannya tersebut. Saat musim pertamanya berseragam Arsenal, ia membantu The Gunners memenangkan gelar Liga Premier dan Piala FA.

Dia juga memainkan peran besar dalam rekor ‘The Invisible’ yang dibuat Arsenal. Pada tahun 2006, ia hijrah ke Portsmouth setelah memenangkan 2 gelar Liga Premier dan 3 gelar Piala FA. Dan pada tahun 2010, ia kembali ke Arsenal namun hanya bertugas sementara.

6. Michael Ballack – Bayern Munchen ke Chelsea

Pada tahun 2006, gelandang Bayern Munchen ini memutuskan untuk hijrah ke Chelsea meskipun dirinya sempat dirayu oleh Real Madrid dan Manchester United. Atas keputusannya tersebut, ia selalu mendapat cemoohan oleh para fans Munchen. Dan saat Ballack berseragam Chelsea, ia memenangkan gelar Liga Premier, 3 gelar Piala FA dan Piala Liga selama 4 musim menghuni Stamford Bridge.

7. Jay-Jay Okocha – Paris Saint Germain ke Bolton

Pada tahun 2002, gelandang Nigeria ini memutuskan untuk bergabung ke Bolton dengan status bebas transfer setelah 4 tahun membela PSG. Selama musim pertamanya, ia membantu Bolton menjauh dari zona degradasi dan mencetak gol indah saat melawan West Ham. Dengan diberkahi dribbling yang indah membuatnya menjadi salah satu pemain yang menarik untuk ditonton dan langsung menjadi pahlawan Bolton.

8. Henrik Larsson – Celtic ke Barcelona

Setelah tampil selama 7 musim bersama Celtic, striker kidal Henrik Larsson memutuskan untuk hijrah ke Barcelona pada tahun 2004 dengan status bebas transfer. Karena didekap cedera lutut, ia tidak tampil maksimal pada musim pertama di Barcelona.

Meskipun demikian, Barca masih memberikannya kontrak baru dan hal tersebut terbukti tepat. Dia membantu Barcelona memenangkan 2 gelar La Liga, Piala Super Spanyol dan Liga Champions. Dia akhirnya meninggalkan Barcelona setelah 2 tahun bertugas dengan baik.

9. Miroslav Klose – Bayern Munchen ke Lazio

Pada tahun 2011, Munchen memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya karena ia selalu tampil tidak maksimal. Hal ini memaksanya untuk bergabung dengan Lazio. Saat berseragam Lazio, ia berhasil mencetal 48 gol di Serie A sehingga membuatnya dipanggil untuk membela timnas Jerman dalam ajang Piala Dunia 2014. Dia berhasil mengalahkan rekor Ronaldo dan menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia FIFA saat mencetak 2 gol di turnamen Piala Dunia 2014.

10. Edwin van der Sar – Ajax ke Juventus

Van der Sar bergabung dengan Juventus pada tahun 1999 setelah menjalani tugas yang panjang dan sukses di Ajax. Bersama Juve, Van der Sar sukses menjadi kiper non-Italia pertama. Disinilah ia juga mendirikan reputasi sebagai salah satu kiper terbaik Eropa dan membuat Manchester United jatuh hati kepadanya karena mereka sedang mencari pengganti Peter Schmeichel.

Berkat bantuannya, Juventus bertengger di urutan nomor dua Liga Serie A sebanyak dua kali berturut-turut. Namun ia harus kehilangan posisinya sebagai kiper utama setelah Juventus mendatangkan Gianluigi Buffon dengan memecahkan biaya transfer kiper termahal sepanjang masa. Ia pun berangkat ke Fulham sebelum Manchester United membelinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *